HUBUNGI KAMI

Panduan Lengkap Cara Kerja Pompa Oil Submersible bagi Pengguna Baru Industri

07 November 2025

Dunia industri, khususnya sektor minyak dan gas atau pengolahan limbah, sering kali tampak rumit bagi pendatang baru. Salah satu komponen paling vital namun sering disalahpahami adalah sistem pemompaan bawah permukaan. Jika Anda baru saja terjun ke lapangan, memahami teknologi ini bukan sekadar soal teknis, melainkan soal efisiensi dan keselamatan operasi.

Berikut adalah panduan mendalam mengenai mekanika, fungsi, dan rahasia operasional pompa oil submersible yang dirancang khusus untuk pemula.

Pemahaman Dasar Tentang Pompa Submersible untuk Pemula

Sebelum kita masuk ke teknis yang rumit, mari kita samakan persepsi mengenai apa itu pompa dan mengapa varian submersible begitu spesial di dunia industri. Terdapat berbagai jenis pompa air yang digunakan baik di industri maupun rumah tangga.

1.1 Apa Itu Pompa Submersible?

Pompa submersible adalah perangkat yang dirancang untuk bekerja di dalam cairan, biasanya air, dan berfungsi untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain. Prinsip kerjanya adalah dengan menenggelamkan seluruh bagian pompa ke dalam cairan yang akan dipindahkan, sehingga pompa dapat bekerja secara optimal tanpa risiko overheat. Pompa submersible dirancang khusus untuk memompa air atau cairan lain dari satu tempat ke tempat lain.

1.2 Perbedaan Pompa Submersible dengan Pompa Lain

Salah satu perbedaan utama pompa submersible dengan jenis pompa air lainnya adalah kemampuannya untuk beroperasi sepenuhnya di bawah permukaan air. Pompa ini memiliki konstruksi yang kedap air sehingga motor dan komponen internalnya terlindungi dari kerusakan akibat cairan. Pompa submersible harus benar-benar terendam dalam air atau cairan yang akan dipompa agar berfungsi secara efisien dan aman.

Konsep dasar kerja pompa untuk pemula

Secara prinsip, pompa adalah jantung dari sistem aliran fluida. Sama seperti jantung memompa darah, prinsip umum kerja pompa air maupun minyak adalah memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain—biasanya dari area bertekanan rendah ke area bertekanan tinggi, atau dari elevasi rendah ke elevasi tinggi. Pompa tidak "menciptakan" fluida; ia hanya memberikan energi mekanis (biasanya dari motor) ke fluida tersebut agar bisa mengalir melawan hambatan gravitasi atau gesekan pipa.

Apa itu pompa submersible dan mengapa kedap air itu wajib

Berbeda dengan pompa permukaan, pompa submersible adalah unit yang dirancang untuk ditenggelamkan sepenuhnya ke dalam fluida yang akan dipompa. Istilah asingnya sering disebut sebagai a submersible. Karena posisinya yang terendam, fitur kedap air (hermetic seal) adalah syarat mutlak, bukan opsional.

Banyak panduan dasar sering melewatkan detail ini: kekedapan air bukan hanya agar motor tidak basah. Sistem penyegelan yang sempurna bertujuan mencegah cairan eksternal (air atau minyak) masuk ke dalam lilitan motor yang dapat menyebabkan korsleting (short circuit), serta mencegah minyak pelumas motor bocor mencemari fluida sumur. Tanpa konstruksi kedap air yang sempurna, pompa ini akan gagal dalam hitungan menit.

Jenis pompa dan posisi submersible pump dalam kategori industri

Dalam hierarki industri, jenis pompa dibagi menjadi dua kategori besar: Positive Displacement dan Dynamic (Centrifugal). Sebagian besar submersible pump untuk aplikasi minyak (seperti ESP - Electrical Submersible Pump) masuk dalam kategori sentrifugal bertingkat (multistage).

Mengapa ini penting bagi pemula? Karena mengetahui jenis pompa submersible yang Anda gunakan akan menentukan cara Anda mengoperasikannya. Berbeda dengan pompa perpindahan positif yang memindahkan volume tetap, pompa submersible sentrifugal sangat bergantung pada kecepatan putar untuk menghasilkan tekanan.

Perbedaan kerja pompa submersible dan pompa air biasa

Perbedaan paling mendasar terletak pada metode pemindahannya. Pompa air biasa (non-submersible) yang ada di permukaan bekerja dengan cara menghisap (suction) air naik. Namun, fisika membatasi daya hisap ini (atmosfer bumi membatasi daya hisap teoritis).

Sebaliknya, pompa submersible tidak menghisap; ia mendorong fluida dari bawah ke atas. Karena unitnya terendam, ia tidak memerlukan proses pancingan (priming) dan lebih efisien karena tidak membuang energi untuk melawan tekanan atmosfer di sisi hisap (suction lift).

Komponen Utama yang Menentukan Cara Kerja Pompa Oil Submersible

Memahami cara kerja alat ini dimulai dengan membedah anatominya. Pada pompa submersible, badan pompa terintegrasi langsung dengan motor penggerak sehingga seluruh unit dapat terendam dalam cairan secara efisien. Berikut adalah komponen vital yang harus Anda ketahui.

Motor listrik kedap air dan fungsi penyegelan internal

Motor adalah penggerak utama. Pada aplikasi submersible, motor ini dilindungi oleh pelindung (protector) atau seal section. Banyak literatur melupakan fungsi penyegelan internal ini. Di dalam motor submersible, seringkali terdapat minyak dielektrik khusus. Fungsinya bukan hanya untuk pelumasan, tetapi juga untuk mentransfer panas dari motor ke dinding casing agar didinginkan oleh fluida sumur yang mengalir di luarnya, sekaligus menyeimbangkan tekanan internal motor dengan tekanan hidrostatik sumur. Sifat kedap air di sini bekerja dua arah: menahan fluida luar masuk dan menahan minyak internal keluar.

Impeller dan bagaimana alat ini mendorong air dan oil

Impeller adalah komponen berputar (rotor) yang berfungsi memecah cairan dan melemparkannya keluar dengan gaya sentrifugal. Inilah komponen yang bertugas mendorong air atau minyak.

Diffuser dan jalur aliran fluida sejak masuk hingga keluar pompa

Jika impeller melempar cairan, diffuser (bagian statis/diam) bertugas menangkapnya. Diffuser mengarahkan aliran fluida agar masuk ke impeller tahap berikutnya dengan mulus. Tanpa diffuser yang tepat, energi kinetik (kecepatan) dari impeller akan hilang menjadi turbulensi, bukan menjadi tekanan (head). Diffuser memastikan jalur aliran fluida tetap efisien dari satu stage ke stage berikutnya.

Housing luar dan perannya menjaga stabilitas kerja pompa

Housing atau casing luar biasanya terbuat dari stainless steel atau besi cor tahan karat. Perannya bukan sekadar pembungkus. Housing ini menahan tekanan hidrolik yang sangat besar di kedalaman sumur dan menjaga aligment (kesejajaran) antara poros motor dan pompa agar tidak bergetar saat berputar di kecepatan tinggi (biasanya 2900 - 3500 RPM).

Cara Kerja Pompa Oil Submersible Secara Bertahap dari Awal Hingga Fluida Keluar

Bagaimana prosesnya langkah demi langkah? Pompa submersible dapat beroperasi secara penuh di bawah air dan dirancang khusus untuk kondisi lingkungan cairan, sehingga sangat efisien digunakan di area yang tergenang atau sumber air yang dalam. Mari kita simulasikan saat Anda menekan tombol “Start”.

Langkah 1 aktifasi motor dan awal kerja pompa submersible

Saat arus listrik masuk, motor di bagian bawah rangkaian mulai berputar. Poros motor (shaft) terhubung langsung ke poros pompa melalui coupling. Kerja pompa submersible dimulai saat poros ini memutar seluruh rangkaian impeller di atasnya secara serentak. Tidak ada jeda; rotasi ini instan.

Langkah 2 proses impeller menciptakan tekanan untuk mengangkat oil

Saat impeller berputar, minyak yang masuk melalui intake akan terperangkap di antara baling-baling impeller. Gaya sentrifugal melempar minyak ini ke arah luar dinding pompa, meningkatkan kecepatannya secara drastis.

Langkah 3 fluida bergerak melalui diffuser hingga mencapai discharge

Setelah dilempar oleh impeller, minyak masuk ke diffuser. Di sini, kecepatan tinggi diubah menjadi tekanan statis. Fluida kemudian didorong masuk ke mata (eye) impeller tahap kedua, dan proses berulang. Cara kerja pompa oil submersible yang bertingkat (multistage) inilah yang memungkinkan pompa mengangkat minyak dari kedalaman ribuan meter. Setiap tahap menambah tekanan (head) secara akumulatif hingga fluida mencapai discharge head di permukaan.

Langkah 4 bagaimana pompa memastikan oil tidak bocor keluar sistem

Setelah fluida keluar dari pompa menuju pipa produksi (tubing), ada komponen bernama Check Valve (katup satu arah). Katup ini mencegah fluida yang sudah naik untuk turun kembali (backflow) saat pompa dimatikan. Selain itu, sistem seal pada discharge head memastikan tidak ada kebocoran minyak ke lingkungan sekitar sumur, menjaga keamanan ekosistem kerja.

Ringkasan visual alur kerja pompa oil submersible

Untuk memudahkannya, bayangkan diagram alur sederhana ini:

  1. Intake: Minyak masuk melalui saringan di bagian bawah pompa.
  2. Energy Transfer: Impeller berputar -> Energi Listrik jadi Energi Kinetik.
  3. Pressure Build-up: Diffuser menangkap aliran -> Energi Kinetik jadi Energi Tekanan.
  4. Accumulation: Proses berulang di Stage 2, 3, dst.
  5. Discharge: Minyak keluar dengan tekanan tinggi menuju permukaan.

Faktor yang Mempengaruhi Performa dan Keandalan Kerja Pompa Submersible

Sebagai pemula, Anda harus tahu bahwa kondisi lapangan sangat memengaruhi umur alat. Pompa submersible memiliki keunggulan dibandingkan jenis pompa lain dalam hal efisiensi dan keandalan, sehingga menjadi pilihan utama untuk berbagai kebutuhan pengelolaan air.

Pengaruh viskositas oil dan temperatur terhadap tekanan pompa

Minyak mentah (crude oil) berbeda dengan air. Viskositasnya berubah sesuai suhu.

Kedalaman instalasi dan bagaimana tekanan luar memengaruhi motor pompa

Semakin dalam Anda memasang a submersible, semakin besar tekanan air/minyak dari luar yang menekan housing pompa. Instalasi harus memperhitungkan Submergence Pressure yang cukup agar tidak terjadi kavitasi (gelembung udara meledak), namun segel motor harus cukup kuat menahan tekanan eksternal agar tidak remuk.

Kualitas listrik dan stabilitas input untuk menjaga umur kerja pompa

Pompa submersible sangat sensitif terhadap kualitas daya (Power Quality). Ketidakstabilan tegangan (voltage unbalance) atau harmonik dari Variable Speed Drive (VSD) dapat menyebabkan motor panas berlebih. Bagi pemula, memastikan input listrik stabil adalah langkah preventif nomor satu.

Troubleshooting dasar untuk pemula saat kerja pompa menurun

Jika performa turun, jangan langsung angkat pompa. Cek tiga hal ini dulu:

  1. Amperage (Arus): Jika arus rendah, mungkin pompa mengalami gas lock (terjebak gas) atau pump off (sumur kering). Jika arus tinggi, mungkin ada kotoran (pasir) yang menjepit impeller.
  2. Vibrasi: Getaran berlebih menandakan kerusakan bantalan (bearing) atau posisi pompa miring.
  3. Tekanan Kepala (Head Pressure): Jika tekanan nol tapi motor jalan, poros mungkin patah (broken shaft).

Checklist pemeliharaan rutin untuk pemula sebelum pompa gagal

Untuk menjaga kerja pompa tetap optimal, biasakan melakukan rutinitas ini:

  • Log Harian: Catat Ampere, Voltase, dan Tekanan Discharge setiap hari.
  • Megger Test: Cek resistansi isolasi kabel secara berkala untuk mendeteksi kebocoran arus ke tanah (grounding issue).
  • Cek Pipa: Pastikan tidak ada kebocoran pada pipa riser, karena seringkali pompa air atau minyak bekerja baik, namun pipanya yang bocor sehingga fluida tidak sampai ke atas.

Butuh pompa submersible atau solusi pemompaan oil yang aman dan efisien untuk operasional industri Anda? Temukan pilihan pompa berkualitas dengan performa teruji di osmomarina.com

Baca Juga : Mengenal Pompa Bertekanan Tinggi serta Penerapannya dalam Banyak Sektor

hubungi osmo marina
Artikel Lainnya
Dalam dunia industri, pompa sering disebut sebagai jantung dari sistem operasional. Mulai dari sistem pendinginan mesin, distribusi bahan baku cair...
Memilih peralatan untuk kebutuhan industri seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Anda yang baru terjun di operasional pabrik atau pengelolaan...
Dalam operasional industri, air bukan sekadar komoditas, melainkan komponen vital yang menggerakkan roda produksi. Memilih mesin penggeraknya tidak boleh sembarangan....
Dalam dunia industri, efisiensi manajemen air sangat bergantung pada performa pompa submersible dan sistem pump yang digunakan. Baik untuk kebutuhan...
Dalam ekosistem industri modern, air bukan sekadar utilitas, melainkan komponen kritis dalam proses produksi. Seringkali, fokus engineer terpecah pada pemilihan...
Dalam ekosistem maritim yang kompleks, sebuah kapal laut dapat diibaratkan sebagai kota terapung yang mandiri, di mana berbagai sistem vital...
Dalam dunia permesinan industri, istilah "dinamo" atau motor listrik adalah jantung dari setiap gerakan mekanis. Namun, seringkali terjadi kesalahpahaman fatal...
Lingkungan industri, baik skala kecil maupun besar, memiliki tingkat risiko kebakaran yang tinggi akibat keberadaan bahan mudah terbakar, instalasi listrik...
Air dalam konteks industri bukan sekadar utilitas pendukung, melainkan komponen infrastruktur kritis. Kegagalan pasokan air berarti henti produksi, dan henti...
Pengantar Masalah Tekanan Air di Rumah Tangga Kenapa Tekanan Air Tidak Stabil di Banyak Rumah Tangga Pernahkah Anda mengalami situasi...

Hubungi Kami Untuk Kebutuhan Anda

Footer Form
Supplier Pompa Industri osmomarina
Tentang Kami
PT. Osmo Marina Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam pengadaan berbagai pompa industri. Kami menyediakan pompa industri dari kecil sampai ke besar. Kami hadir sebagai solusi untuk melengkapi kebutuhan pompa industri dengan tenaga ahli kami yang siap membantu spek kebutuhan pompa anda. Jaminan kami adalah produk yang kami berikan dijamin Asli dan pengiriman On-Time sesuai project schedule anda.
Copyright © 2016 - 2025 PT. Osmo Marina Mandiri
Top
whatsapp
Beranda
Kategori
Brand
Hubungi
magnifiercrosschevron-down
error: Content is protected !!
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram