Dinamo listrik atau dinamo elektrik adalah mesin yang mengubah aliran listrik menjadi gerak mekanik. Dimana gerak ini akan difungsikan sebagai energi penggerak peralatan industri. Mungkin Anda sulit membedakan antara dinamo phase 1 dan phase 3, yang termasuk bagian dinamo listrik. Tulisan ini akan berusaha menjabarkan keduanya untuk Anda!
Sederhananya sistem kelistrikan memiliki dua sistem utama, yakni 1 phase dan 3 phase. Biasanya, listrik 1 phase dan 3 phase digunakan oleh PLN untuk melayani masyarakat terkait kebutuhan listrik. Perbedaan yang bisa kita lihat dari listrik 1 phase dan 3 phase adalah skala penggunaannya serta besaran tegangan yang dihasilkan.
Antara dinamo 1 phase dan 3 phase, keduanya sama-sama mengubah gerakan mekanik, agar menghasilkan daya listrik. Mungkin banyak diantara kita, sebagai pengguna listrik, tidak memahami perbedaan dari keduanya. Oleh karena itu, pembahasan ini akan mengurai perbedaan antara dinamo listrik 1 phase dan 3 phase sebagai berikut
Perlu diketahui, bahwa terdapat alat yang berfungsi sebagai pengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat ini dinamakan dinamo listrik. Dimana dinamo jenis ini terbagi menjadi dua, berdasarkan supply-nya yaitu, arus DC (Direct Current) dan arus AC (Alternating Current). Untuk arus AC termasuk fleksibel, karena dapat berfungsi di posisi apapun melalui arus bolak-balik.
Dinamo listrik DC sering digunakan pada peralatan rumah tangga seperti, mesin cuci, pompa air, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk dinamo DC, umumnya diletakkan pada komponen elektronik bersamaan dengan baterai. Arus ini dapat dilihat dari starting sepeda motor serta kipas baterai. Dinamo listrik DC juga digunakan pada motor sekaligus generator.
Jenis dinamo DC memiliki arus searah, sehingga perlu diperhatikan letak min (-) dan plus (+), supaya komponen tidak mudah rusak. Adapun dinamo elektrik DC juga terbagi menjadi dua bagian yakni dinamo listrik 3 phase dan 1 phase. Berikut penjelasan dari keduanya.
Beberapa menjelaskan, bahwa listrik 3 phase memiliki keuntungan dalam penggunaannya. Pertama, menyediakan daya listrik yang lebih besar, sehingga cocok untuk industri perhotelan. Kedua, arus yang mengalir lebih rendah untuk daya yang sama. Hal ini dipengaruhi oleh tegangan yang lebih tinggi, sehingga daya yang dihasilkan besar serta kabel relatif kecil.
Pada dasarnya, dinamo listrik 1 phase dan 3 phase memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Yaitu pada daya yang dihasilkan, fungsi, serta sistem kerjanya. Karena fungsinya yang cukup esensial, menjadikan dinamo listrik 1 phase dan 3 phase banyak dijual dengan harga yang beraneka ragam. Tentunya, ini juga dikaitkan dengan kebutuhan daya listrik setiap harinya dari rumah ke rumah.
Untuk mengetahui perbedaan dinamo listrik 1 phase dan 3 phase, maka simak ulasannya sebagai berikut!
Dinamo 1 phase (motor 1 phase) difungsikan sebagai pengubah arus listrik menjadi tenaga yang mampu menggerakkan mesin (peralatan) dengan arus 1 fasa. Tegangan yang dihasilkan mencapai 220 Volt hingga 240 Volt. Masyarakat sering memakai dinamo listrik 1 phase untuk menggerakkan alat kecil seperti, blender, mixer, dan peralatan rumah tangga lainnya.
Untuk dinamo listrik 3 phase mampu menghasilkan arus listrik lebih besar, dibandingkan 1 phase. Besaran tegangan mencapai 380 volt, dan dapat menggerakkan mesin (alat-alat besar) yang membutuhkan daya listrik lebih besar. Dengan perbandingan ini, industri dengan skala lebih besar akan memilih dinamo listrik 3 phase.
Jika merujuk pada pembahasan ini, tentunya sangat berbeda antara dinamo listrik 1 phase dengan 3 phase. Dimana untuk 1 phase, memiliki dua komponen yakni rotor (bagian penggerak), dan stator (bagian yang diam). Sedangkan untuk 3 phase memiliki komponen dasar yakni stator dan rotor.
Hanya saja, pada dinamo 3 phase disusun oleh beberapa batangan logam yang dimasukkan ke dalam slot-slot di dalam motor induksi. Kemudian setiap bagian akan disatukan oleh cincing, sehingga batangan logam dapat terhubung dengan batang logam lainnya.
Sumber listrik pada dinamo 1 phase dan 3 phase juga berbeda. Pada dinamo 1 phase menggunakan sumber listrik 1 fasa, sehingga hanya satu penghantar fasa beserta pengantar nol yang bisa masuk ke dalam motor (contohnya, fasa R dan 0). Berbeda dengan dinamo 3 phase yang menggunakan 3 buah pengantar fasa, dan ditambah ke penghantar 0. Dimana penghantar dinamo 3 phase terdiri dari penghantar (S), penghantar (R), dan penghantar (T).
Keberadaan dinamo listrik cukup bermanfaat di kehidupan sehari-hari. Tentunya, hal ini tidak lepas dari kerjasama antar komponen di dalamnya. Berikut komponen-komponen yang melekat di dinamo listrik.
Stator, merupakan bagian penting yang menentukan kinerja sebuah dinamo listrik. Singkatnya, stator lah yang menciptakan medan listrik di area rotor.
Rotor, merupakan salah satu komponen yang dililitkan menggunakan tembaga. Jika pada stator dinamo listrik lebih statis, maka di bagian rotor dinamo listrik akan bergerak secara dinamis.
Brush, merupakan sikat tembaga yang bekerja sebagai penghubung antara arus listrik dan rotor. Dimana rotor utama kecil akan direkatkan dengan ujung rotor menggunakan sikat (brush).
Main Shaft, menjadi komponen penting lainnya. Dimana keberadaan main shaft berfungsi sebagai sumbu, untuk melekatkan beberapa macam alat yang perlu digerakkan.
Bearing, merupakan komponen yang berfungsi sebagai bantalan antara motor housing dengan permukaan poros. Hal ini bertujuan agar putaran dinamo berjalan dengan lancar.
Drive Pulley, merupakan komponen yang menjalankan salah satu alat tertentu, dengan bantuan dinamo. Komponen ini berfungsi sebagai alat pemindah putaran motor layaknya kipas angin.
Motor Housing, merupakan plat besi untuk melindungi bagian-bagian dinamo listrik. Fungsi lainnya dari komponen ini adalah mencegah putaran motor, agar tidak terlalu tinggi sehingga lebih aman.
Berikut menjadi penjelasan terkait dinamo elektrik, perbedaan arus 1 phase dan 3 phase, hingga mengenali komponen dalam dinamo listrik. Dengan membaca ulasan ini, Anda mengetahui fungsi setiap komponen, dan kegunaan dinamo listrik ini di kehidupan sehari-hari. Seperti yang diketahui, keberadaan arus 1 phase dan 3 phase jarang dipahami oleh kebanyakan orang.
Penggunaan dinamo elektrik dalam aplikasi banyak ditemukan di industri conveyor, industri pertambangan , industri otomotif dan otomatisasi, industri manufaktur , industri produksi kabel , keramik, peleburan besi dan baja hingga produksi obat - obatan.
Demikianlah tulisan ini memberi insight untuk Anda, semoga bermanfaat. Apabila Anda memerlukan dinamo elektrik baik 1 phase dan 3 phase pada kebutuhan industri. Anda bisa menghubungi kami di website Osmo Marina .