HUBUNGI KAMI

Sistem Plumbing: Pengertian, Fungsi, Prinsip, Jenis, dan Instalasi

25 Mei 2023

Pada pembangunan suatu konstruksi bangunan terdapat berbagai instalasi yang harus dipasang. Salah satu instalasi yang harus dipasang adalah sistem plumbing. Instalasi yang satu ini juga dikenal dengan istilah sistem pemipaan atau jaringan pemipaan.

Memangnya, apa yang dimaksud plumbing? Seperti apa sistem plumbing dalam gedung? Apa saja jenisnya? Bagaimana cara instalasi plumbing? Semua pertanyaan tersebut akan dijawab melalui artikel di bawah ini yang akan membahas tentang plumbing.

Definisi dan Pengertian Sistem Plumbing

Apa itu sistem plumbing? Istilah tersebut sebenarnya berasal dari kata “plumbing” dalam Bahasa Inggris. Apa artinya? Istilah plumbing memiliki arti “pipa saluran air” dalam Bahasa Indonesia.

Berdasarkan arti tersebut, maka sistem plumbing adalah sebuah sistem rangkaian pipa air yang terdapat dalam suatu bangunan. Sistem pemipaan ini terdiri dari bahan, pemasangan, perlengkapan, hingga pemeliharaan.

Instalasi plumbing menyalurkan air bersih dari sumber tertentu ke tempat-tempat yang diperlukan di suatu bangunan. Selain itu, sistem plumbing tersebut juga dapat menyediakan saluran untuk pembuangan air kotor tanpa mencemari lingkungan di sekitarnya. 

Fungsi dan Pentingnya Plumbing

Plumbing gedung bertingkat atau jenis bangunan lainnya sangat diperlukan karena memiliki banyak peranan atau manfaat. Apa saja fungsi dari instalasi plumbing pada sebuah gedung? Berikut ini fungsi plumbing atau tujuan plumbing, yaitu:

  • Penyedia air bersih di bangunan
  • Menyediakan sistem distribusi air bersih pada bagian-bagian bangunan sesuai kebutuhan dan keinginan
  • Menyediakan sistem pembuangan air bekas dan air kotor
  • Dapat berfungsi sebagai instalasi pencegahan pencemaran lingkungan karena air bekas dan air kotor
  • Mencegah pencemaran air di dalam bangunan
  • Menyediakan sistem ventilasi udara yang mengatur sirkulasi udara pada area pembuangan air kotor
  • Dapat berfungsi sebagai sistem pencegah terjadinya kebakaran
  • Sangat berperan dalam sistem distribusi air bersih
  • Membuat kenyamanan pengguna bangunan semakin meningkat

Fungsi dan peranan instalasi plumbing yang sangat penting membuat proses pengerjaan plumbing harus dilakukan oleh tenaga ahli dan profesional.

Peralatan yang Dibutuhkan dalam Plumbing

Perencanaan sistem plumbing hingga proses pengerjaannya memerlukan berbagai jenis peralatan. Peralatan yang lengkap tentu saja dapat membuat rangkaian plumbing terangkai dengan baik dan tepat. Memangnya, apa saja peralatan plumbing?

Berikut ini berbagai jenis peralatan sistem plumbing yang dibutuhkan, yaitu:

1. Pipa

Pipa merupakan peralatan utama yang dibutuhkan dalam instalasi plumbing. Peralatan ini digunakan sebagai media perantara untuk menyalurkan air dari satu sumber ke berbagai tempat sesuai dengan arah yang dikehendaki.

Jenis dan ukuran pipa yang digunakan dalam instalasi plumbing tergantung kebutuhan. Namun, sebaiknya gunakan pipa yang cukup tebal dan kuat karena pipa harus mampu menerima tekanan cukup besar dari aliran air yang mengalir di dalamnya.

2. Katup

Selain pipa, pemasangan instalasi plumbing juga membutuhkan katup. Katup memiliki fungsi untuk membuat aliran air tetap terarah atau mengalir dengan semestinya. Beberapa jenis katup digunakan dalam rangkaian plumbing, yaitu:

2.1 Gate Valve atau Katup Gerbang

Katup gerbang merupakan salah satu jenis katup yang digunakan layaknya sebuah pintu gerbang dalam suatu aliran air. Fungsi jenis katup ini adalah membuka dan menutup sesuai kebutuhan. Katup dapat membuka ketika air mengalir. Sementara itu, aliran air akan terhenti ketika katup tertutup.

2.2 Globe Valve atau Katup Globe

Jenis katup kedua yang dapat digunakan adalah katup globe atau globe valve. Katup ini memiliki fungsi untuk mengalirkan atau menghentikan aliran air. Jika dilihat dari fungsinya, maka globe valve memang mirip dengan katup gerbang.

Perbedaannya terdapat pada adanya steker dan cakram di katup globe yang membuat aliran air membentuk pola S. Aliran seperti ini dapat membuat tekanan air tetap stabil.

2.3 Katup Cek atau Check Valve

Apa fungsi dari katup cek? Katup cek memiliki fungsi untuk menahan aliran balik ketika tiba-tiba pompa air berhenti bekerja. Jenis katup yang satu ini harus dipasang dengan sangat hati-hati. Tujuannya agar tidak terjadi water hammer atau lonjakan tekanan air.

2.4 Katup Penurun Tekanan (Pressure Reducing Valve)

Jenis katup lainnya dalam rangkaian plumbing adalah katup penurun tekanan. Seperti namanya, katup yang satu ini memiliki fungsi untuk mengurangi tekanan yang ada di dalam pipa, sehingga tekanan air tidak melampaui batas dan tetap terkontrol.

Batas maksimum tekanan fluida atau air sebesar 4 kg/ cm2. Pada umumnya, katup penurun tekanan dipasang pada cabang pipa dari poros masuk.

3. Peralatan Tambahan

Selain pipa dan katup, rangkaian plumbing juga membutuhkan berbagai peralatan tambahan lainnya. Berikut ini beberapa peralatan tambahan plumbing, yaitu:

3.1 Pressure Gauge atau Manometer

Alat ini digunakan untuk mengatur tekanan air yang ada di dalam pipa. Pada umumnya manometer akan dipasang pada pipa pembuangan atau discharge pipe.

3.2 Flexible Joint

Flexible joint merupakan alat yang digunakan untuk meredam getaran dari pipa. Alat tambahan yang satu ini dipasang pada pipa penghisap atau suction pipe dna dapat juga dipasang pada pipa pembuangan.

3.3 Stainer

Stainer memiliki fungsi untuk menyaring kotoran yang ukurannya kecil agar tidak masuk ke dalam pipa. Alat tambahan ini dipasang pada pipa penghisap

Jenis-jenis Sistem Plumbing

Instalasi plumbing bukan hanya tersedia untuk distribusi air bersih, tetapi sistem ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Apa saja jenisnya? Berikut ini beberapa jenis dalam instalasi plumbing yang harus Anda ketahui, yaitu:

1. Plumbing Air Bersih

Sistem plumbing air bersih adalah instalasi yang dipasang untuk menyediakan air bersih di dalam bangunan. Plumbing air bersih akan mengalirkan air bersih dari suatu sumber ke berbagai tempat di dalam bangunan sesuai dengan arah aliran yang dibangun di dalam gedung.

Air bersih yang disalurkan melalui jenis plumbing yang satu ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mencuci, mandi, memasak, dan lain sebagainya.

Kini terdapat berbagai sistem penyediaan air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa jenis sistem penyediaan air bersih tersebut, yaitu:

  • Sistem sambungan langsung
  • Sistem tangki atap
  • Sistem tangki tekan
  • Sistem tanpa tangki atau booster system

Jenis sistem penyediaan air bersih yang digunakan pada suatu gedung dapat dipilih tergantung dari kegunaan dan keperluannya.

2. Plumbing Air Hujan

Selain plumbing air bersih, ada juga jenis instalasi plumbing untuk air hujan. Jenis plumbing yang satu ini sangat bermanfaat terutama di daerah-daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi.

Instalasi plumbing air hujan dapat dibangun untuk membantu mendistribusikan air hujan. Tujuannya adalah menghindari adanya genangan yang muncul karena air hujan.

Selain itu, jenis plumbing yang satu ini juga sangat berperan dalam mencegah kerusakan bangunan karena air hujan.

3. Plumbing Air Bekas

Penggunaan air bersih tentu akan menyebabkan adanya air bekas yang harus dibuang. Pembuangan air bekas ini dapat diatur melalui sistem plumbing air bekas agar tidak mencemari bagian dalam maupun lingkungan luar bangunan.

Pada umumnya instalasi air bekas dapat dibuang langsung ke dalam tanah atau mengikuti aliran air bekas yang ada di sekitar bangunan. Contoh air bekas adalah air bekas mandi, cuci piring, cuci baju, dan lain sebagainya.

4. Plumbing Air Kotor

Selain instalasi plumbing air bekas, suatu bangunan juga harus memiliki instalasi sistem plumbing air kotor. Air kotor yang dimaksud berupa air limbah bekas buang air. Aliran instalasi air kotor mengalir ke arah septic tank agar tidak mencemari lingkungan.

Prinsip-prinsip dalam Instalasi Plumbing

Sebelum membahas tentang cara instalasi rangkaian plumbing di suatu gedung, Anda harus memahami beberapa prinsip plumbing. Hal ini karena instalasi plumbing membutuhkan beberapa teknik  atau sejumlah prosedur tertentu dalam pemasangannya.

Prinsip instalasi sistem plumbing perlu dipahami agar tidak terjadi kesalahan, kebocoran, dan berbagai kerusakan lainnya di dalam instalasi aliran air tersebut. Apa saja prinsip-prinsip tersebut? Berikut ini beberapa prinsip yang harus dipahami dalam instalasi plumbing, yaitu;

1. Konsep Denah Peralatan Plumbing

Denah atau desain aliran plumbing harus dibuat dengan spesifik, detail, dan jelas. Selain itu, pembuatannya juga harus mempertimbangkan berbagai aspek agar efektif dan efisien.

Beberapa aspek yang bisa menjadi bahan pertimbangan adalah desain bangunan, sumber aliran, dan lain sebagainya.

Nantinya denah atau desain ini akan sangat berguna dalam pemasangan peralatan plumbing pada suatu bangunan.

2. Perlindungan Terhadap Konstruksi Bangunan

Pemasangan pipa aliran dan semua perlengkapannya akan menimbulkan beban bagi konstruksi bangunan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat instalasi plumbing tetap mendukung sistem perlindungan konstruksi bangunan.

Prinsipnya ipa dalam instalasi plumbing tidak boleh dipasang langsung menembus bagian konstruksi bangunan, seperti balok, dinding, pondasi, dan bagian lainnya.

Selain itu, harus dibuat juga selubung atau sleeve yang dapat dipasang pada tempat-tempat atau bagian yang ditembus pipa.

3. Perlindungan Terhadap Pipa

Perlindungan pipa dari kerusakan juga harus diperhatikan. Hal ini karena akan mempengaruhi aliran dan kualitas air yang didistribusikan di dalam bangunan. Salah satu cara melakukan perlindungan terhadap pipa adalah memberikan lapisan berupa cat tahan karat.

Hal ini untuk mencegah korosi pada pipa aliran air.

4. Perencanaan Plumbing yang Baik

Perencanaan instalasi plumbing juga harus dilakukan dengan baik untuk mencegah kerusakan, atau kesalahan lainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperhatikan pemasangan katup pengeluaran udara, sehingga tidak menimbulkan sumbatan.

Selain itu, perencanaan plumbing juga harus memperhatikan perlakukan pemasangan pipa, baik itu pipa lurus maupun pipa yang dibuat melengkung atau belok.

5. Perencanaan Sistem Pembuangan

Prinsip perencanaan sistem pembuangan juga harus dibuat dengan baik dan teliti. Tujuannya agar aliran sistem pembuangan air kotor maupun air bekas dapat mengalir dengan baik tanpa sumbatan maupun permasalahan lainnya.

Instalasi Sistem Plumbing

Pada umumnya pekerjaan plumbing dilakukan oleh tenaga kerja atau teknisi yang sudah berpengalaman di bidang plumbing dan menguasai semua materi plumbing. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan mulai dari perancangan plumbing hingga instalasi pembuatannya.

Memangnya seperti apa gambaran instalasi plumbing di suatu konstruksi bangunan? Berikut ini beberapa contoh instalasi jenis plumbing pada suatu bangunan, yaitu:

1. Instalasi Plumbing Pada Aliran Air Bersih dan Air Hujan

Instalasi plumbing untuk aliran air bersih harus dilakukan berdasarkan desain yang sudah dibuat dalam perencanaan. Proses pemasangan jenis instalasi plumbing yang satu ini dapat dilakukan setelah proses pemasangan bata bangunan selesai. Namun, pemasangannya dilakukan sebelum plesteran dan acian.

Tujuannya tentu saja untuk menghindari bobokan atau pembongkaran yang dilakukan agar tidak menyebabkan keretakan pada dinding bangunan. Khusus untuk pipa bagian luar bangunan yang termasuk instalasi air hujan dapat dipasang setelah plesteran selesai dilakukan.

Pipa yang melalui dak, kolom beton, atau balok harus dipasang dengan cara sparing sebelum dilakukan pengecoran. Pipa yang sudah dipasang dengan tepat sebaiknya segera ditutup menggunakan plug yang kuat.

Hal ini bertujuan untuk menghindari kotoran yang dapat menyebabkan penyumbatan.

Pipa pada plumbing instalasi air bersih yang sudah selesai dipasang harus diuji terlebih dahulu. Uji yang dilakukan berupa uji tekanan pipa untuk melihat kualitas dan kekuatan dari instalasi pipa yang sudah dipasang.

Khusus pipa Gip maksimal pengujian tekanan adalah 10 bar, sementara itu pipa jenis PVC maksimal pengujian tekanannya mencapai 6 bar.

2. Instalasi Plumbing Pada Aliran Air Kotor dan Air Bekas

Bagaimana instalasi plumbing pada aliran pipa air kotor? Sama seperti instalasi plumbing air bersih, instalasi plumbing air kotor juga harus tetap memperhatikan desain atau denah yang sudah direncanakan sebelumnya.

Khusus untuk instalasi plumbing air kotor sebaiknya tidak memiliki percabangan yang terlalu banyak agar pengerjaan instalasinya lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu, pemasangan sambungan antar pipa pada instalasi air kotor juga harus benar-benar rapat tanpa ada kebocoran.

Khusus untuk instalasi plumbing air bekas harus dipasang manhole. Tujuan pemasangan alat tambahan ini untuk mengontrol pembersihan di tempat atau bagian tertentu. Selain itu pada lubang saluran pembuangan juga harus dipasang saringan agar kotoran tidak masuk menjadi penyumbat aliran.

Selain itu pemasangan sparing juga harus diperhatikan. Sparing dapat dipasang dengan tipe saniter atau dapat juga dipilih sistem block out. Perhatikan juga pemasangan sparing clean out harus dipasang bersamaan dengan sparing closet.

Letak sparing clean out sebaiknya dekat atau di samping sparing closet. Tujuannya adalah sebagai pembersihan ketika ada penyumbatan pada closet.

Pemasangan fan out juga harus diperhatikan dalam instalasi air kotor. Pemasangan fan out hanya perlu dipasang ketika instalasi saluran atau aliran kotor memiliki banyak percabangan dengan saluran pembuangan melewati shaft.

Tujuannya untuk mengurangi tekanan udara di pipa saat closet diberi banyak air.

3. Instalasi Plumbing air bersih Pada Gedung Bertingkat

Instalasi plumbing di gedung bertingkat sedikit lebih rumit dibandingkan instalasi konstruksi bangunan lainnya. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam teknik instalasi plumbing pada bangunan bertingkat, yaitu:

  • Penggunaan tangki air untuk distribusi aliran air ke seluruh gedung harus memanfaatkan gaya gravitasi
  • Saluran pipa utama disambungkan dengan pipa distribusi lainnya yang ada di dalam gedung
  • Penggunaan pressure tank untuk meneruskan aliran air yang sudah ditampung dengan menggunakan bantuan pompa air
  • Proses pemasangan booster pump untuk menyambungkan pipa aliran utama

Penutup

Sistem plumbing menjadi salah satu instalasi rangkaian pipa air yang penting dalam suatu bangunan. Instalasi plumbing dapat dibangun menggunakan berbagai jenis alat dan butuh pompa air. Untuk sistem plumbing yang baik tentu saja pembangunan dan pemasangan harus menggunakan pompa air terbaik dan berkualitas dimana Anda bisa konsultasikan kebutuhan Pompa air dan Tangki Tekan  atau Pressure Tank yang ada di https://osmomarina.com/. Kami Osmo Marina Mandiri merupakan distributor pompa air dan pressure tank untuk kebutuhan Hotel , Gedung, Rumah Sakit, Bangunan dan Residential Anda. 

Anda dapat membeli jenis pompa booster yang berkualitas dengan harga pompa air yang  terjangkau di https://osmomarina.com/. Langsung saja hubungi distributor pompa air  murah yang satu ini ke nomor 0821-1812-2466 atau 0815-1997-3093 atau (021) 29070732. Customer Service PT Osmo Marina Mandiri Indonesia juga dapat dihubungi melalui e-mail info@osmomarina.com.Anda juga bisa datang langsung ke tempat jual pompa industri keperluan industri di Gedung Mega Glodok Kemayoran Lantai GF Blok B5 Nomor 5, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, DKI Jakarta. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan mengunjungi https://osmomarina.com/.

hubungi osmo marina
Artikel Lainnya
Pompa hydrant 500 GPM adalah jenis pompa dengan kemampuan distribusi air dengan volume sebesar 500 gallon per menit. Dengan volume...
Panel NFPA 20 adalah panel standar National Fire Protection Association yang mencakup standar instalasi pompa pemadam kebakaran kebakaran stasioner. Panel...
Panel standar departemen kebakaran mengacu pada panel kebakaran yang memenuhi standarisasi departemen kebakaran dalam penanganan potensi dan peristiwa kebakaran. Standarisasi...
Apa fungsi inverter? Inverter atau power inverter digunakan untuk mengubah arus listrik DC (arus searah) menjadi arus listrik AC (arus...
Ampere kabel adalah kabel penghantar arus dengan kapasitas tertentu. Satuan ukur untuk mengukur arus listrik atau aliran elektron dalam suatu...
Pompa Ebara 3 inch dikenal sebagai pompa transfer air kotor dari Ebara yang banyak digunakan dalam penanggulangan air kotor dan...
Pompa sentrifugal adalah jenis pompa yang menggunakan satu atau lebih impeller yang terpasang pada poros pompa dan berputar bersama dengan...
Chemical pump atau pompa kimia adalah pompa dengan desain khusus untuk digunakan dalam pengolahan bahan kimia. Pompa yang masuk dalam...
Meskipun sama-sama menghasilkan fluida dengan tekanan tinggi, pompa tekanan tinggi atau pompa bertekanan (high pressure pump) berbeda dari booster pump....
Untuk memenuhi kebutuhan air pada area yang lebih tinggi dari sumber air maka diperlukan pompa air tekanan tinggi. Demikian pula...

Hubungi Kami Untuk Kebutuhan Anda

Footer Form
Supplier Pompa Industri osmomarina
Tentang Kami
PT. Osmo Marina Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dalam pengadaan berbagai pompa industri. Kami menyediakan pompa industri dari kecil sampai ke besar. Kami hadir sebagai solusi untuk melengkapi kebutuhan pompa industri dengan tenaga ahli kami yang siap membantu spek kebutuhan pompa anda. Jaminan kami adalah produk yang kami berikan dijamin Asli dan pengiriman On-Time sesuai project schedule anda.
Copyright © 2016 - 2023 PT. Osmo Marina Mandiri
Top
whatsapp
Beranda
Kategori
Brand
Hubungi
magnifiercrosschevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram